Sabtu, 12 Desember 2009

KETUA KABE BERGANTI ALIH

Assalamualaikummmm!!!

teman-temankuu~ kangen deh ama blog ini, udah diterlantarkan cukup lama juga ya? kalian gak kangen apa? mungkin udah ada 5bulan gak di update ya? maaf maaf, saya juga kurang sering update di sini karena kadang bingung mau update apaan. hehe^^
well, by the way, saya posting lagi ini setelah ujian akhir semester udah selesai lho. yang artinya satu semester terlewati tanpa ada kabar dari kabe kan? hahaha nah, berikut saya akan ngasih info-info yang terlewatkan itu.

masuk semester kelima kuliah, kabe merombak kedudukan ketua-nya. kalau ketua pertama kabe adalah sang pencetus kelompok ini, Amirah Lahaya, sekarang ketua kabe yang di pilih adalah Muhammad Fadhil, si anak pulau rajuni. Pemilihan ketua kabe yang baru dilakukan dengan cara voting. saat voting ada 2 calon yang anggota kabe ajukan untuk jadi ketua, Fadil dan Anto, yang kemudian dimenangkan oleh fadil dengan perbedaan satu suara saja. SELAMAT YAA PAADIIILLLL!!!

alasan penggantian ketua ini juga saya gak begitu tahu sih sebenarnya, soalnya di semester ini saya jarang hang out bareng anak-anak abe lagi (kalau ditanya kenapa, yaa, cukup saya dan cewe-cewe dari kabe aja yg tau ;p ). Yang jelas, si mira katanya udah gak mau jadi ketua lagi, udah saatnya pembaharuan dan suasana baru dengan ketua baru, gituu katanya. Intinya agar kelompok ini lebih berkembang dan maju, juga lebih berwarna dan tidak membosankan (asiik dah bahasanya, hahaha).

setelah fadil jadi ketua dalam kelompok ini, dimulailah kegiatan kabe yang seperti biasanya lagi, tapi gak seperti saat jabatan mira yang rutin mengadakan kabe ke rumah-rumah anggota, fadil lebih sering mengadakan kabe secara outdoor (yaa, ngerti lah artinya, haha). setiap kabe pun saya udah jarang ikut lagi, maaf ya ketua :(

Bagusnya lagi, diakhir kegiatan kabe jabatan fadil ini, Kabe menerbitkan sebuah Handbook!! bisa dibilang buku kecil yang sangat simple dan bisa dibawa-bawa dan dibaca kapan saja (kalo emang lo mau :p). Handbook ini berisi semua rangkuman dan bahasan diskusi-diskusi panjang kabe untuk mata kuliah semester 5 ini. Eits, jangan mikir ini gratiss yaa, karena buku ini dijual seharga 15ribu (untuk non-kabe) dan 10rb (untuk kabe)... WHAAAAAA!! hebat si fadil membuka bisnis untuk kelompok ini! dan anto seneng2 aja lagi dengan banyaknya hasil yang kita dapet dari penjualan buku ini... "uangnya bisa kita investasikan untuk apaa gittuu" kata anto, si fadil malah bilang "ah, untuk anak kabe refreshing aja"... hahaha terserah kalian deh mau diapain juga. toh, buku ini laris manis, temen-temen di kampus pada banyak dan beli ama kita, dan untung dari penjualan yang kita dapat bisa di pake untuk refreshing ke BIRA! HOREE!!!
oh iya, penasaran sama bentuk buku nya...?
nih gambarnya... hehehe ^_^
buku kabe


nah, overall, selama jabatan fadil ini banyak yang seru-seru deh... kapan2 saya berbagi cerita lagi. tunggu postingan berikutnya yaaa... :D

Senin, 30 Maret 2009

Status n’ Harapanku buat KaBe…..

sebenarnya saya bukan orang yang hobi menulis, saya lebi suka berbicara secara langsung ketimbang harus menulis.karena menurut saya transpormasi ilmu akan lebih bagus dengan berbicara ketimbang dengan menulis,tapi apa boleh buat,antho(mahasiswa asal sengkang yg sangat inovatif) telah mengirimkan undangan ke e-mail saya(e-mail yg dibuatkan oleh amira)menulis di blog kabe dan karena saya adalah seorang laki-laki yg punya prinsip '’saya akan lakukan apapu selama saya masi bisa dan itu tidak melanggar norma2 dan aturan hukum”

sebelu huruf kujadikan kata,sebelum kata kujadikan kalimat,dan sebelum kalimat kujadikan isi postingku ini terlebih dahulu kuucapkan maaf yg sebesar-besarnya apa bila dalam posting ini banyak hal yang tidak sesui dengan pemikiran kalian.selain itu tak lupa pula saya mengingatkan kepada saudara-saudaraku yang saya cintai,banggakan,dan hormati sebuah klimat yang sangat sederhana tapi penuh dengan makna'’SAVE OUR SEA”

kabe…..tak lama terbrntuk tapi namax uda melangit dan penu sensasional,entah apakah karena namanya yang bagus dan unik atau anggotanya yang menarik????????? mungkin hanya tuhan yang mampu menjawab. tapi kali ini saya tidak akan membahas hal itu karena pada kesempatam lankah ini saya akan menjoba mengkaji mengenai status KaBe.

mengapa saya tertari untuk membahas hal ini karena saya takut kabe akan besar dan dia besar tanpa status(bkan hubungan tanpa status na) alasan lain yaitu karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari teman-teman ketika mendengar kata KaBe. bayangkan setelah saya melakukan survei trnyata ketika ada 78orang yang dengar kata KaBe maka akan muncul 156 pertanyaan. luar biasa kan????  apa itu KaBe???  siapa-siapa itu KaBe???? apaji kau bikin di KaBe????? itulah beberapa pertanyaan-prtanyaan yang muncul.

jadi sekarang kita coba untuk mengkaji status KaBe. apkah kabe itu sebuah kelompok belajar,sebuah organisasi, atau komunitas atau sebuah negara baru??????? sekarang kita akan jawab satu persatu kemungkinan diats dendgan mengkoneksikan dengan definisi sederhana masing-masing,pertam kelompok belajar.

berdasarkan penjelasan dari intelectual dader terbentuknya KaBe bahwa sanya kabe itu adalah singkatan dari kelompok belajar,jadi berdasarkan penjelasan ini KAbe adalah kelompok belejer. gmana  emang benar ya kalau kita ngumpul slalu blajar????? tanya pada rumput yang bergoyang. sekarang yang kedua organisasi. definisi organisasi yang paling sederhana adalah tempat berkumpulnya dua orang atu lebih dalam suatu wadah dan mempunyai tujuan yang sama. setelah melihat semu unsur- unsur dari defenisi tersebu  dan menghubungkan dengan keadan kabe maka kategori organisasi buat kabe juga sangat tepat.ketiga komunitas ,komunitas secara umum diartikan sebagai kumpulan orang-orang yang punya hobi yang sama atau punya keinginan yang sama misalya orang yang punya keinginan menyelamatkan laut maka mereka membuat komunitas penyelamat laut.setelah mempelajari selama kurang lebih sebulan maka anggot2 kabe yang tak tahu diri itu punya keinginan2 yang sama jadi kabe bisa juga di kategorikan sebagai komunitas. selanjutnya negara baru, aduh kayanya ng mungkin deh….. tapi uda hampi loh memenuhi unsur terbentuknya sebuah negara krn uda ada rakyat, dan uda ada pemerinthannya(amira sang presiden) cuman kabe ngga punya wilaya, tapi kalau semuanya mau boleh abis didekat pulauku ada pulu tak ber penghuni disiti aja gimana?????

walaupu semua status diatas bisa disanding ole kabe,tapi saya katakan disini bahwa kabe bukan kelompok belajar,bukan organisasi,bukan pula komunitas apalagi negara baru..bukan karena kabe egois atau jual mahal tidak mau menerima lamaram status diatas

KaBe adalah KaBe…. kabe itu amira,antho,akram,lia,zaldi,yaya,titi,iswan,dian dan fadhil(saya sendiri),jadi klau tidak ada fadhil itu bukan KaBe, tiad ada amira dan akram itu juga bukan kabe,tidak ada yaya,lia dan titi juga bukan kabe, jadi kalau salah satu diantara kesepuluh anak yang tak tahu diri itu tidak ada maka  itu bukan kabe. kabe akan punya kekuatan apa bila semua anggotanya yang memurut antho bocah undang-undang itu bersatu.

KaBe akan jadi tempat lahirnya pakar-pakar hukum,penegak keadilan,prnulis hebat, bahkan pemimpn masa depan yang mengguncang dunia atau bahkan mungkin artis(siapa mi itu) jadi saya merasa beruntunglah anak-anak yang tergabung dengan KaBe,walaupu dengan berbagai karakter yang berbeda2

sebelu saya memgakhiri posting ini saya jelaskan dulu mengapa saya katakan  anggota KaBe“anak-anak yang tak tahu diri” karena saya melihat bahwa sanya di anak –anak kabe terdapap seribu bakat,ratusan potensi dan jutaan kemampuan yang anak kabe belu tahu.

sudami duluna soalnya mauka brtanding bela, we berdoako semu na moga benarji bahwa kabe akan jadi tempat lahirnya……………………

key……….fadhil rajuni “SAVE OUR SEA”

Kamis, 26 Maret 2009

Mega Bazaar of Rajuni Island ‘Katanya’

Tapi Preeeeeeet…

Wajarlah kalo anak hukum bikin acara sampai begini kejadiannya. Pertama itu pasti rencananya kurang bagus deh, dari rencana yang kurang bagus itu pasti hitung-hitungannya juga kurang tepat, lanjut pada hal melihat marketnya, pasti asal-asalan, trus ceklok (cek lokasi) pasti buru-buru, tidak ada yang benar-benar matang dan rinci. Jika kita menggunakan skala prioritas dari 1 sampai 10 nilainya pasti 4. Wajar menurutku, lebih wajar lagi kalo yang bikin itu adalah Fadhil yang diboncengi oleh Zaldi. Bikin skenario cinta memang oke punya, kalo acara begini ? No comment

Tanpa bermaksud untuk menyinggung orang si empunya salah satu nama yang disebutkan di atas. Marilah kita bercerita panjang lebar dan tinggi pada postingan ini mengenai apa-apa yang terjadi di sana waktu itu. Bersenang-senanglah karena waktu ini akan kita rindukan, di waktu nantiiiiiiiiii. Minjem lirik lagu Shela on Seven.

Teman-teman kumpul di rumah Lia, rumah mahasiswa paling berprestasi ‘katanya’, kenapa ? tanya sendiri. Antho, Titi, dan Mira di sana. Sebelum kami berangkat ke lokasi syuting tempat bazaarnya Fadhil, di rumah Lia kita makan dulu, yang paling spesial adalah perkedel buatan Lia ‘katanya’. Kalo enak buatan Mami, kalo nggak enak buatan Lia. Setuju ? SETUJU SEKALI.

Kenyang, kemudian kita berangkat. Kami tidak langsung mendapatkan cafe yang dimaksud si Fadhil itu, Cafe Gemini namanya, butuh sedikit waktu untuk berputar-putar menemukannya. Lah, sampai pada cerita kita semua sudah ada di sana, ada Fadhil pastinya, Zaldi yang tetap setia menemani, Mira, Saya sendiri (Antho), Titi, Lia, dan Iswan yang bersamaan datangnya dengan kami tadi.

Tahu kah kalian, apa penilaian teman-teman pas pertama kali tiba di sana ? “Mau dibilang bazaar, tapi kok sepi. Mau dibilang bukan bazaar, tapi bazaar ji juga na bilang Fadhil”. Amienkan saja. Kita kemudian masuk dan langsung mengencingi satu meja di sudut depan sebelah kanan. Bukan kami-kami saja yang ada di sana, di sebelah kami, entahlah gerombolan muda mudi berkomposisi 3 cewek 1 cowok duduk di sana. Coba tebak, kalo anak-anak Kabe pada ngumpul apa yang mereka lakukan selain diskusi dan makan ? pasti ketawa-ketawa dan kali ini plus dengan foto-foto.

Next… next… next… cerita kemudian berlanjut saat teman-teman pesan minuman, mengenai sesi ini akan di bahas pada postingan lainnya. Wah… bazaar mulai ‘rame’ sekitaran pukul 10 malam, ‘anak-anak pulau’ lainnya berdatangan Oke deh Fadhil, alasan mengelak : banyak yang sudah diundang dan dibagi-bagikan kupon tapi katanya mereka-mereka itu sibuk ada urusan dan tidak tauk tempatnya di mana.

Bazaar akhirnya ditutup. Kita semua jalan-jalan ke anjungan kecuali Iswan yang kelihatan punya banyak masalah dengan si doi. Foto-foto itu wajib di sana, foto latar pantai ada, foto latar tulisan ada, foto yang duduk-duduk oke, just itu jiE. Sekali lagi menyesal yang tidak datang :-(

Rabu, 25 Maret 2009

Introspection

Kembali hari ini anak-anak Kabe kumpul lagi. Yang menang tender tuan rumah kali ini adalah Iswan, berlokasi di tempat yang baru, Perumahan Swadaya Mas Blok D Nomor 12, rumah tampak depan warna kuning di garasi ada Nissan merah sedang diparkir (kalo nggak dipake), di depannya tumbuh 2 batang pohon mangga yang masih remaja, ketika mengetok pintu, pintu beberapa saat berderit, dan tedeeeeet keluar lah Iswan dengan senyum merekahnya. Sedikit cerita fiksi pembuka, tidak semuanya benar.

Dan apa-apa yang kami takutkan kemarin itupun terjadi. Akram tidak datang, entahlah. Pertama yang tiba adalah Fadhil yang boncengan dengan Zaldi, Iswan yang boncengan dengan Dian, dan Antho alone. Yang selanjutnya Mira dijemput sama Zaldi di depan gerbang masuk perumahan. Sedang Yaya’, Titi, dan Lia ‘katanya’ berhalangan. Yaya Vs Her Dad, sebuah bentuk konflik perang dingin rumahan yang diperkirakan akan selesai esok hari. Semoga saja.

Lia and Her Mom, berusaha untuk menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Sedang Titi juga sama dengan Yaya’, ada konfrontasi dengan nenek tercinta, berharap warisan yah Ti’ ? sepertiganya untuk Kabe ya. Hehehe.

Duduklah si bocah-bocah ini di sofa empuk ruang tamu yang dindingnya berwarna hijau. Nah, sebuah keberuntungan hari ini adalah kalo kita kedatangan tamu agung –istilah Fadhil yaitu Afrijal, Upz. Sekali lagi, komposisi tim seperti kemarin yang tidak komplit terasa tidak mendukung kondisi diskusi kita, 4 anggota tidak hadir, jumlah yang besar.

Nah, berhubung karena Fadhil penasaran dengan peristiwa-peristiwa apa yang dia lewatkan kemarin, makanya dia kemudian membongkar kami-kami yang ada di sana, berusaha untuk memancing untuk bercerita banyak. Walah-walah dasar mulut benalu, Mira akhirnya terpancing, terbongkar mi semua. Mulai dari awal sampai akhir. Setelahnya, entahlah siapa yang mulai lagi (mungkin Mira to’ji juga), kita kemudian membahas mengenai ‘apa kurang ku di tim Kabe ?’. Dimulai dari Fadhil terus Mira, dan seterusnya. Untuk hasilnya, silahkan kalian tanya ke orangnya langsung. Pokoknya menyesal yang tidak datang :-(

Puas, puas dan puas. Puas mendengar mereka bicara banyak. Akhirnya puas itu jatuh ke lapar. Kita ke sesi masak-masak, Mira Wongso dan Dian Khoirudin. Berhubung karena hanya dua betina yang ada, lahirlah ide untuk bikin makanan yang ringan-ringan mo. Agak meleset daripada ide sebelumnya yang mau berat-berat, pako soup, dan sebagainya. Mereka beraksi di belakang, pake potong-potong, iris-iris, sobek-sobek, dan bolak-balik, tidak sampe ji yang banting-banting (pinjam istilah Pak Something Wrong – Arman Mattono EsHa).

Karena terobsesi mengejar kriteria suami idaman, hingga akhirnya dua sekawan h**o Fadhil dan Jaldi turun tangan juga di dapur. Pertamanya sih oke punya, namun karena sifat Sotta’ Zaldi yang mana dia campur bumbu sembarangan, makanya mereka secara halus di drop out dari dapur.

Tedeeeeet, jadi deh martabak mie nya. Lapar, sudah minum yang dingin-dingin, enaknya apa coba ? ya pasti makan martabak mie yang masih anget-angetnya, Lezat dan gurih itu ekspresinya. Sedikitnya ada 6 bundaran martabak mie yang kami habiskan, tidak kurang dalam waktu setengah jam. Lanjut, hal inti yang kita lupakan selama ini dimulai. Presentasi mengenai Psikologi Hukum oleh Mira dilakukan dengan solo carier. Terus terang, pertemuan kali ini sangat-sangat tidak efektif, kan sudah cerita panjangmi tadi dari awal, trus ditambah banyak ketawa-ketawa, laper sudah makan ya kenyang, kalo sudah kenyang kira-kira enaknya bagaimana meki ? Zzz… Zzz… Zzz…